PEKAN SENI MAHASISWA NASIONAL

I.  PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung-jawab.Salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan adalah pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.


Dalam rangka mewujudkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional, maka perlu adanya peningkatan pemahaman nilai kultural, dan kemajemukan bangsa dengan  mengembangkan kreativitas mahasiswa, baik dalam proses pembelajaran etika dan estetika, maupun dalam aktivitas pengembangan bakat, minat dan kemampuan mahasiswa di bidang kesenian. Melalui seni diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan kepribadiannya, agar memiliki integritas yang tinggi terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional.
Salah satu wadah untuk mengimplementasikan harapan tersebut, Direktorat Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi berupaya untuk menyelenggaraan kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Tingkat Nasional (Peksiminas).
B. DASAR

1. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 tentang Sistem Pendidikan Tinggi.
3. Keputusan Menteri Pendidikian dan Kebudayaan No. 155/0/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.
4. SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 26/Dikti/Kep/1988 tentang Pola Pengembangan Kemahasiswaan (Polbangmawa).
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No.41/Dikti/Kep/ 2003 tanggal 26 Agustus 2003 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tanggan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI).
C. VISI
Mahasiswa Indonesia cerdas dan kompetitif
D. TUJUAN
.
1. Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler kemahasiswaan di perguruan tinggi melalui minat, bakat dan kemampuan para mahasiswa, khususnya dibidang seni.
2. Meningkatkan dan mengembangan apresiasi seni dikalangan mahasiswa untuk memperkaya seni budaya bangsa Indonesia yang dapat memperkuat daya saing bangsa.
3. Menjalin kerjasama antar mahasiswa dari berbagai daerah untuk  mempererat rasa persaudaraan, dalam rangka keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
E. SASARAN

1. Memberikan wadah untuk kegiatan seni yang dilaksanakan secara rutin, baik di tingkat perguruan tinggi (melalui UKM), tingkat wilayah, tingkat nasional, tingkat regional, maupun tingkat internasional.
2. Sebagai ajang penentukan mahasiswa yang mempunyai  prestasi di bidang seni  untuk menampilkan kemapuannya sebagai duta bangsa ke luar negeri.
3. Terjalinnya kerjasama antar mahasiswa di Indonesia maupun dengan mahasiswa dari Negara lain.
II. PENYELENGGARAAN

A. TEMA

Tema ditentukan berdasarkan kesepakatan antara Pengurus Pusat Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (PP. BPSMI) dan Pengurus Daerah Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (Pengprov. BPSMI) pelaksana Peksiminas.
B. WAKTU DAN TEMPAT

1. Peksiminas diselenggarakan 2 (dua) tahun sekali.
2. Waktu penyelenggaraan Peksiminas ditentukan pada saat Munas atau Rakernas.
3. Waktu pertandingan/perlombaan agar diatur sedemikian rupa agar babak final dapat dilaksanakan menjelang acara penutupan.
4. Urutan penomoran Peksiminas dimulai pertama kali dengan diselenggarakannya Peksiminas di Surakarta pada tahun 1991.
5. Tempat pertandingan/perlombaan untuk semua tangkai lomba adalah di kota provinsi pelaksana Peksiminas.

C. PELAKSANA

1. Penanggungjawab atas terselenggaranya Peksiminas adalah PP. BPSMI, yang pelaksanaanya dapat didelegasikan kepada Pengprov BPSMI.
2. Pengprov BPSMI yang belum pernah menjadi tuan rumah berhak sebagai calon pelaksana Peksiminas dengan mengajukan permohonan  secara tertulis ke PP. BPSMI selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum Rakernas BPSMI yang dilaksanakan pada saat penyelenggaraan Peksiminas.
3. Keputusan tuan rumah Peksiminas ditentukan 2 (dua) tahun sebelum pelaksanaan Peksiminas pada Rakernas BPSMI.
4. Permohonan menjadi calon tuan rumah Peksiminas harus memuat berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dan mendapat dukungan atau persetujuan secara tertulis dari Rektor /Ketua/Direktur Perguruan Tinggi yang bersangkutan.
5. Materi pokok yang disampaikan dalam mengajukan permohonan adalah sebagai berikut ;
a. Surat dukungan atau persetujuan sebagai pelaksana Peksiminas dari Rektor/Ketua/Direktur perguruan tinggi yang bersangkutan.
b. Menyebutkan tangkai  seni yang wajib dilombakan (bukan wajib diikuti oleh peserta) dan menyebutkan tangkai seni pilihan, apabila ada tambahan tangkai seni yang diperlombakan/ dipertandingkan,
c. Rencana tanggal pelaksanaan, yang waktunya tidak kurang dari 5 (lima) hari dan tidak lebih dari 7 (tujuh) hari termasuk acara pembukaan dan penutupan.
d. Sarana dan prasarana pentas yang telah tersedia dan atau yang akan dibangun.
e. Tempat penampungan peserta (Hotel/Wisma/Asrama) berserta daya tampungnya.
f. Tersedianya sumber daya manusia yang memadai dalam melaksanaan Peksiminas.
g. Menyampaikan rencana kebutuhan dana dan sumber yang diharapkan.
h. Hal-hal lain yang dipandang perlu untuk melengkapi informasi kesiapan sebagai calon pelaksana Peksiminas.
D. AKOMODASI DAN KONSUMSI

1. Tuan rumah dapat menanggung biaya penginapan peserta Peksiminas. Ketentuan mengenai akomodasi dan konsumsi kontingen akan disampaikan kepada peserta selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan Peksiminas.
2. Tuan rumah harus memberikan informasi tentang Hotel/Wisma/ Asrama dan penginapam lainnya yang dekat dengan lokasi perlombaan di kota provinsi termasuk perincian biayanya selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum acara pembukaan Peksiminas.
3. Tuan rumah harus memberikan informasi tentang Restoran/ Katering/Warung dan tempat makan lainnya yang relatif murah  dan bergizi termasuk perincian biayanya, selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan Peksiminas.
4. Tuan rumah  harus menyediakan minuman untuk peserta pada waktu perlombaan sesuai dengan jadwal perlombaan yang telah ditentukan oleh panitia.
5. Tuan rumah akan membantu pemesanan akomodasi dan konsumsi (termasuk jumlah orang dan jumlah hari) paling lambat 2 (dua) bulan sebelum pelaksanaan Peksiminas.
6. Tuan rumah wajib menyediakan pendamping atau Liason Officer (LO) untuk setiap kontingen. LO diharapkan mengetahui tempat  kesekretariatan panitia, tempat perlombaan untuk setiap tangkai seni, tempat ibadah, terminal bus, stasiun kereta, pelabuhan laut, bandara (bandar udara), dan tempat rekreasi.
E. TRANSPORTASI DAN KESEHATAN

1. Tuan rumah dapat menanggung biaya perjalanan peserta Peksiminas. Ketentuan mengenai transportasi kontingen akan disampaikan kepada peserta selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan Peksiminas.
2. Tuan rumah menyediakan kendaraan untuk ;
a. Menjemput peserta (tim/kontingen bukan perorangan) yang baru datang dari daerah.
Jadwal penjemputan berdasarkan waktu dan tempat (bandara/ terminal bus/stasiun kereta api dan pelabuhan laut, atau tempat lainnya) sesuai dengan permintaan dari pimpinan tim (Pengprov BPSMI) yang disampaikan secara tertulis 10 hari sebelum pelaksanaan penjemputan.
b. Mengantar peserta (tim/kontingen bukan perorangan) yang akan kembali ke daerahnya.
Jadwal pengantaran berdasarkan waktu dan tempat (bandara/ terminal bus/stasiun kereta api dan pelabuhan laut, atau tempat lainnya) sesuai dengan permintaan dari pimpinan tim (Pengprov BPSMI) yang disampaikan secara tertulis 3 hari sebelum pelaksanaan pengantaran.
c. Antar–jemput bagi peserta (mahasiswa dan ofisial) yang akan mengikuti latihan sesuai dengan jadwal latihan yang telah ditentukan panitia.
d. Antar–jemput bagi peserta (mahasiswa dan ofisial) yang akan mengikuti perlombaan sesuai dengan jadwal perlombaan yang telah ditentukan panitia.
e. Melayani peserta yang sedang sakit, apabila diperlukan untuk mengantar ke rumah sakit terdekat atau yang menjadi rujukan panitia pelaksana Peksiminas.

3. Tuan rumah menyiapkan Dokter untuk pelayanan kesehatan selama pelaksanaan Peksiminas.
F. PEMBIAYAAN  DAN PENGHARGAAN

1.  PEMBIAYAAN

1. Biaya pelaksanaan Peksiminas merupakan tanggungjawab PP. BPSMI dan Pengprov. BPSMI Pelaksana Peksiminas.
2. PP. BPSMI melalui Direktorat Kelembagaan akan membantu dana sesuai alokasi yang telah ditentukan dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
3. Tuan rumah Peksiminas dapat melakukan penggalangan dana melalui sponsor sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2.  PENGHARGAAN

a. BPSMI menyediakan piala bergilir untuk juara umum Peksiminas.
b. BPSMI memberikan penghargaan dalam bentuk biaya pembinaan kepada para mahasiswa pemenang pertama Peksiminas.
c. Tuan rumah Peksiminas memberikan penghargaan kepada mahasiswa peserta (termasuk peserta eksibisi) berupa Sertifikat dan atau bentuk lain sesuai dengan prestasi yang dicapai dalam kegiatan Peksiminas.
d. Pengprov. BPSMI atau perguruan tinggi yang telah mengirimkan tim/ kontingen atau mahasiswanya untuk mengikuti Peksiminas dan berhasil sebagai pemenang, maka Pengprov BPSMI dan atau perguruan tinggi yang bersangkutan diharapkan memberikan penghargaan sesuai kemampuannya.
e. Tuan rumah Peksiminas menyediakan piala tetap untuk juara umum Peksiminas.
III. PESERTA

A. PERSYARATAN

1. Peserta Peksiminas adalah mahasiswa yang masih aktif di perguruan tinggi yang  dibuktikan dengan  Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
2. Peserta harus mendapatkan surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Wakil/Pembantu Rektor/Ketua/Direktur Bidang Kemahasiswaan perguruan tinggi.
3. Peserta adalah mahasiswa program Diploma dan/atau S1, dengan batas usia maksimal 27 tahun, terhitung pada tanggal 1 Januari pada tahun pelaksanaan Peksiminas yang akan diikuti.
4. Mahasiswa peserta harus didaftarkan dan tergabung dalam satu tim/kontingen Pengprov. BPSMI masing-masing, dengan menyebutkan asal perguruan tinggi.
5. Dalam perlombaan/pertandingan, peserta mewakili Perguruan Tinggi dan Pengprov BPSMI, yang terdiri dari utusan  perguruan tinggi di provinsi Pengprov BPSMI yang bersangkutan.
6. Seorang mahasiswa peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu tangkai seni yang bersifat tunggal/solo/perorangan.
7. Setiap Pengprov BPSMI maksimal berhak mengikutisertakan satu peserta (perorangan atau regu/kelomok) untuk satu tangkai seni, kecuali tangkai lomba lukis, poster, fotografi, penulisan cerpen, penulisan lakon, penulisan puisi, dan film pendek.
8. Peserta tidak boleh diganti mahasiswa lain, apabila sudah mendapat pengesahan dari panitia.
9. Menyerahkan foto berwarna ukuran 4 x 6 cm sebanyak 4 (empat) lembar, dengan memakai jaket almamater.
10. Mahasiswa (perorangan maupun group/kelompok) yang telah memenuhi persyaratan sebagai peserta, maka panitia harus memberikan ID Card sesuai fungsinya.
11. Peserta dinyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam pedoman ini.
B. OFISIAL

1. Ofisial adalah mereka yang tidak ikut berlomba tetapi merupakan personil yang mempunyai tugas tertentu dalam menunjang keperluan para peserta lomba dalam satu tim/kontingen.
2. Ofisial dapat berasal dari kalangan mahasiswa atau dosen atau pembimbing mahasiswa lainnya.
3. Jumlah ofisial dalam satu tim Pengprov. BPSMI  tidak melebihi 50% dari jumlah peserta yang didaftarkan.
IV. TANGKAI SENI
A. WAJIB

Tangkai lomba wajib adalah tangkai lomba yang harus dipertandingkan/ dilombakan dalam kegiatan Peksiminas, tetapi tidak wajib semua diikuti oleh peserta, boleh mengikuti beberapa tangkai lomba atau hanya satu tangkai lomba wajib saja.

Tangkai lomba wajib, antara lain ;

Lomba Seni Pertunjukan
1. Lomba Tari
2. Lomba Baca Puisi
3. Lomba Monolog

Lomba Seni Suara;
4. Vokal Group
5. Nyanyi Seriosa
6. Nyanyi Pop/Hiburan
7. Nyanyi Keroncong
8. Nyanyi Dangdut

Lomba Penulisan Karya Sastra;
9. Penulisan Cerpen
10. Penulisan Puisi
11. Penulisan Lakon
Lomba Seni Rupa;
12. Lukis
13. Komik Strip
14. Desain Poster
15. Film Pendek
16. Fotografi

B. PILIHAN

Tuan rumah pelaksana Peksiminas diberi kebebasan untuk menentukan tangkai lomba pilihan lainnya dengan persetujuan PP. BPSMI.
C. EKSIBISI

Kegiatan eksibisi adalah tangkai lomba yang tidak dipertandingkan dalam Peksiminas yang merupakan tambahan dalam kegiatan Peksiminas.

Eksibisi, antara lain ;

1. Animasi ;
2. Teater ;
3. Lawak ;
4. Daerah diberikan kebebasan untuk menentukan bentuk eksibisi lainnya.

V. PENJURIAN
A. PENGERTIAN

1. Penjurian adalah suatu proses, cara, perbuatan  penilaian dan memutuskan terhadap penampilan peserta dalam perlombaan/ pertandingan.
2. Juri adalah seseorang atau panitia yang melakukan penilaian terhadap kegiatan perlombaan atau pertandingan.
3. Tim Juri adalah kelompok penilai perlombaan/ pertandingan  yang bertanggungjawab terhadap satu tangkai lomba saja.
4. Dewan Juri adalah kelompok penilai perlombaan/ pertandingan yang bertanggungjawab terhadap semua tangkai lomba yang dilombakan/dipertandingkan.
5. Jumlah anggota Tim Juri untuk setiap tangkai lomba dianjurkan berjumlah ganjil.
B. SISTEM SELEKSI

1. Tingkat Perguruan Tinggi
a. Penjurian di tingkat perguruan tinggi ditentukan oleh pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan sesuai dengan tangkai lomba yang dipertandingkan/diperlombakan dalam Peksiminas.
b. Hasil seleksi akan dijadikan acuan Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan untuk menentukan mahasiswa terbaik yang akan diikutsertakan dalam seleksi tingkat daerah/provinsi.

2. Tingkat Daerah/Provinsi
a. Penjurian di tingkat daerah/provinsi ditentukan oleh Pengprov. BPSMI yang bersangkutan.
b. Hasil seleksi akan dijadikan acuan Pengprov BPSMI untuk menentukan mahasiswa yang berhak untuk mengikuti Peksiminas.
3. Tingkat Nasional
a. Penjurian di tingkat nasional ditentukan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam pedoman Peksiminas ini.
b. Hasil perlombaan/pertandingan akan dijadikan acuan PP. BPSMI, apabila ada peluang untuk mengikuti kegiatan pada tingkat regional maupun Internasional.
C. ORGANISASI  PENJURIAN

Organisasi penjurian dalan kegiatan Peksiminas, terdiri dari ;

1. Pimpinan Dewan Juri, terdiri atas :
a. Ketua Dewan Juri;
Dijabat oleh orang yang ditugaskan oleh PP. BPSMI.
b. Sekretaris Dewan Juri;
Dijabat oleh orang yang berasal dari perguruan tinggi atau instansi/lembaga di luar Depdiknas, tetapi dalam kota provinsi pelaksana Peksiminas.
c. Anggota Dewan Juri;
Dijabat oleh orang yang ditugaskan oleh PP. BPSMI.

2. Pimpinan Tim Juri, terdiri dari ;
a. Ketua Tim Juri yang merangkap sebagai anggota ;
b. Sekretaris Tim Juri yang merangkap sebagai anggota;
c. Anggota Tim Juri, jumlahnya boleh lebih dari 1 (satu) orang.

Tim Juri pada setiap tangkai lomba yang dipertandingkan/dilombakan melibatkan personil dari 3 (tiga) unsur, yaitu perwakilan PP. BPSMI, perwakilan akademisi/profesi, dan perwakilan Pengprov BPSMI tuan rumah pelaksana Peksiminas.
D. PEMBENTUKAN DAN PELANTIKAN DEWAN JURI

1. Organisasi penjurian dibentuk  berdasarkan Surat Keputusan yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dengan mempetimbangan usulan yang disampaikan oleh Pengprov BPSMI pelaksana Peksiminas.
2. Seluruh anggota Juri sebelum melaksanakan tugasnya, dilantik oleh pejabat yang berwenang.
3. Sebelum membentuk organisasi penjurian, perlu dipertimbangkan hal-hal yang harus dipenuhi oleh calon Juri, antara lain ;
a. Memiliki ilmu atau keahlian dalam penjurian yang memadai sesuai dengan materi yang akan dinilai.
b. Memiliki pengetahuan dan keahlian tentang tatacara penilaian dan penjurian.
c. Bersikap jujur, adil, obyektif, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan penilaian.
d. Teliti dan cermat serta tidak melakukan perbuatan yang tercela di dalam memberikan penilaian.
e. Latar belakang pendidikan dan pertimbangan umur.
f. Kesehatan jasmani dan rohani.
E. TUGAS DAN WEWENANG DEWAN JURI

1. Pimpinan Dewan Juri

a. Ketua Dewan Juri ;
(1) Mengkoordinir seluruh kegiatan Tim Juri dalam menjalankan tugasnya.
(2) Menetapkan dan mengumumkan Pengprov BPSMI yang keluar sebagai juara umum.
(3) Melaporkan secara tertulis hasil penjurian kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi melalui ketua panitia.

b. Sekretaris Dewan Juri ;
(1) Melaksanakan tugas dalam  keadministrasian Dewan.
(2) Mencatat segala sesuatu yang berkaitan dengan penjurian.

c. Anggota Dewan Juri ;
(1) Membantu Ketua Dewan dalam melaksanakan tugasnya.
(2) Membantu Sekretaris dalam melaksanakan tugasnya .

2. Pimpinan Tim,

a. Ketua Tim Juri ;
(1) Mengkoordinir seluruh kegiatan  para Juri dalam melakukan penilaian untuk satu tangkai lomba.
(2) Menentukan peserta yang berhak untuk mengikuti seleksi lebih lanjut, maupun yang dinyatakan sebagai pemenang untuk satu tangkai lomba.
(3) Melaporkan hasil penjurian secara tertulis kepada Ketua Dewan

b. Sekretaris Tim Juri ;
(1) Melaksanakan keadministrasian Tim.
(2) Mencatat segala sesuatu yang berkaitan dengan penilaian dalam satu tangkai lomba.

c. Anggota Tim ;
(1) Menilai penampilan peserta yang dilakukan secara individual
(2) Melaporkan hasil penilaian secara tertulis kepada Ketua Tim.

F. PENENTUAN KEJUARAAN

1. Penentuan Finalis
a. Tim Juri menentukan peserta yang memperoleh nilai tertinggi sebagai finalis, kecuali tangkai seni tertentu yang pemenangnya ditentukan langsung dalam satu tahapan tidak melalui tahap finalis.
b. Jika terdapat dua orang atau lebih peserta yang  nilainya sama, maka ketentuan finalisnya didasarkan pada nilai tertinggi bidang penilaian pertama, jika masih sama didasarkan pada nilai tertinggi bidang penilaian urutan ke dua dan seterusnya. Jika masih sama dimungkinkan adanya finalis lebih dari 3 (tiga).
2. Penentuan Pemenang
a. Berdasarkan rangking nilai para  finalis  yang ditentukan oleh Tim Juri,  maka peserta yang mendapat nilai tertinggi dinyatakan sebagai pemenang pertama dan seterusnya sesuai dengan rangking.
b. Apabila terdapat dua atau lebih finalis yang memperoleh nilai yang sama, maka pemenangnya ditetapkan berdasarkan ketentuan yang telah diatur dalam penentuan finalis.

3. Penentuan Juara Umum
a. Juara umum ditetapkan oleh Dewan Juri, bukan oleh Tim Juri.
b. Juara umum adalah Pengprov BPSMI yang memperoleh jumlah nilai tertinggi dari semua jenis tangkai lomba yang dipertandingkan/dilombakan dengan perolehan sebagai berikut ;
(1) Pemenang pertama
(2) Pemenang kedua
(3) Pemenang ketiga
c. Apabila nilai juara umum ada yang sama, maka juaranya ditetapkan berdasarkan nilai tertinggi dari tangkai lomba Tari. Apabila masih terjadi kesamaan nilai, maka penentuan berdasarkan nilai tertinggi dari tangkai lomba Vokal Group, dan seterusnya sesuai dengan urutan pada tangkai lomba wajib.
d. Apabila tangkai lomba yang dipertandingkan/ diperlombakan pesertanya kurang dari 5 (lima), maka tangkai lomba tersebut tidak diperhitungkan dalam penentuan juara umum.

VI. PENUTUP
A.  PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN

1. Upacara pembukaan dan penutupan dilakukan sesuai dengan protokol yang berlaku di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
2. Upacara pembukaan dilaksanakan pada hari pertama dan upacara penutupan dilakukan pada hari terakhir kegiatan Peksiminas.
3. Tempat upacara pembukaan dan penutupan dapat dilaksanakan di ruang terbuka ataupun ruang tertutup yang kapasitasnya disesuaikan dengan jumlah peserta upacara yang akan hadir.
4. Upacara pembukaan Peksiminas secara resmi dilakukan oleh pejabat Departemen Pendidikan Nasional, sedangkan upacara penutupan boleh dilakukan oleh pejabat dari instansi/lembaga lain yang masih terkait dengan kegiatan Peksiminas.
5. Apabila upacara pembukaan secara resmi akan dilakukan oleh pejabat yang bukan berasal dari  Departemen Pendidikan Nasional, maka perlu persetujuan dari  PP. BPSMI.
6. Susunan acara dalam upacara pembukaan dan penutupan perlu mendapat persetujuan dari PP. BPSMI.
B. BENDERA

1. Bendera Peksiminas berukuran besar harus dikibarkan pada waktu upacara pembukaan dan diturunkan pada waktu penutupan.
2. Bendera Peksiminas harus berkibar di tiang bendera di tempat upacara pembukaan selama kegiatan Peksiminas.
3. Bendera Peksiminas dan bendera Pengprov BPSMI tuan rumah pelaksana Peksiminas sebanyak mungkin dikibarkan di tempat akomodasi peserta, arena perlombaan/pertandingan dan tempat-tempat lain yang dipandang  perlu.
4. Bentuk dan ukuran Bendera Peksiminas seperti terlampir.
C. LAIN-LAIN

1. Pelaksana Peksiminas wajib menerbitkan buku Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) atau Petunjuk Teknis (Juknis) yang tidak bertentangan dengan Pedoman Peksminas dan merupakan ketentuan yang menjabarkan atau menjelaskan Pedoman Peksiminas ini.
2. Tuan rumah  wajib mendistribusikan Juklak atau Juknis tersebut kepada PP. BPSMI dan semua Pengprov BPSMI.
3. Tuan rumah pelaksana Peksiminas secara berkala wajib menyampaikan laporan singkat tentang perkembangan seluruh kegiatan persiapan Peksiminas kepada PP. BPSMI.
4. Selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah pelaksanaan Peksiminas selesai, maka Pengprov. BPSMI pelaksana Peksminas harus membuat laporan secara menyeluruh dan lengkap termasuk yang berkaitan dengan pertanggung-jawaban keuangan ke Direktur Kelembagaan, Ditjen Pendidikan Tinggi selaku Ketua Umum PP. BPSMI.
5. Setelah laporan lengkap termasuk pertanggungjawaban keuangan disampaikan  ke  Direktur Kelembagaan, Ditjen Pendidikan Tinggi selaku Ketua Umum PP. BPSMI oleh Pengprov BPSMI pelaksana Peksiminas, maka seluruh persoalan yang berkaitan dengan kegiatan Peksiminas menjadi tanggungjawab PP. BPSMI.
Jakarta,    Januari 2008

LAMPIRAN – LAMPIRAN

LAMPIRAN  I

DAFTAR PENGPROV BPSMI
PELAKSANA PEKAN SENI  MAHASISWA TINGKAT NASIONAL
(PEKSIMINAS)

NO URUTAN THN PERGURUAN TINGGI TEMPAT
1 PERTAMA 1991 PENGPROV BPSMI JAWA TENGAH SURAKARTA
2 KE DUA 1993 PENGPORV BPSMI BALI DENPASAR
3 KE TIGA 1995 PENGPROV BPSMI DKI JAKARTA
4 KE EMPAT 1997 PENGPROV BPSMI JAWA BARAT BANDUNG
5 KE LIMA 1999 PENGPROV BPSMI JAWA TIMUR SURABAYA
6 KE ENAM 2002 PENGPROV BPSMI DIY YOGYAKARTA
7 KE TUJUH 2004 PENGPROV BPSMI LAMPUNG LAMPUNG
8 KE DELAPAN 2006 PENGPROV BPSMI SULAWESI SELATAN MAKASSAR
9 KE SEMBILAN 2008 PEMGPROV BPSMI JAMBI JAMBI

LAMPIRAN  II
BENTUK DAN UKURAN BENDERA PEKSIMINAS

LAMPIRAN  III

KETENTUAN LOMBA

BAB I
LOMBA TARI
A. TEMA

Kreatif dan inovatif yang mengacu pada tradisi dengan mempertimbangkan kaidah etis dan estetis
B. MATERI

1. Karya cipta baru yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.
2. Menyajikan garapan tari yang berpijak pada tradisi budaya setempat atau unsur tradisi setempat
3. Karya tari belum pernah diikutsertakan dalam berbagai kegiatan pementasan (festival).
C. PENYAJIAN

1. Waktu penyajian minimal 7 (tujuh) menit dan maksimal 15 (lima belas) menit.
2. Jumlah penari minimal 3 (tiga) orang dan maksimal 7 (tujuh) orang.
3. Garapan dapat disajikan oleh penari putra, penari putri atau campuran (putra dan putri).
4. Koreografer (piñata tari) adalah peserta yang berstatus mahasiswa aktif.
5. Para penari adalah peserta yang berstatus mahasiswa aktif.
6. Dapat menggunakan dance property.
7. Rias dan busana menyesuaikan karakter garapan tarinya.
8. Iringan tari dapat langsung dan atau menggunakan iringan kaset yang telah dipersiapkan oleh para peserta sendiri.
9. Penata iringan boleh mahasiswa sendiri maupun dari luar perguruan tinggi.
D. PENILAIAN

1. Gerak
a. Bentuk
Mampu mengekspresikan bentuk gerak sesuai dengan koreografi yang dibawakan.
b. Kualitas
Dapat menimbulkan greget (dinamis), sehingga mendukung peran yang disajikan secara berkelompok.

2. Irama
Harmoni gerak dan iringan mampu menyatukan rasa dalam sebuah koreografi.

3. Rias dan Busana
Mampu menyesuaikan karakter tari yang disajikan

4. Pola Tari
Memiliki kesadaran ruang untuk mendukung dan menghidupkan garapan yang disajikan (level, posisi, mobilisasi, penari dan motivasi dalam sebuah transisi).

E. TEMPAT DAN SARANA

1. Panitia menyediakan tempat untuk pentas.
2. Panitia tidak menyediakan sarana gamelan dan sarana sejenis lainnya.
3. Apabila peserta memerlukan instrument lain, maka peserta agar menyediakan sendiri.
4. Lampu general.
5. Kebutuhan panggung (trap) disediakan oleh panitia, setting diserahkan kepada peserta.
BAB II
LOMBA SENI SUARA

A. LOMBA VOKAL GROUP

1. Bentuk dan Jumlah Anggota
a. Group vocal dapat ditampilkan dalam bentuk;
1) Campuran;  putra dan putri (mixed vocal group).
2) Sejenis; putra saja atau putri saja (similar vocal group).
b. Jumlah anggota vocal group minimal 5 (lima) orang dan maksimal 12 (dua belas) orang, termasuk pengiring apabila menggunakan iringan alat musik.

2. Lagu dan Babak
Setiap peserta Vokal Group membawakan lagu yang telah dipersiapkan sesuai dengan ketentuan dengan judul lagu yang akan ditentukan oleh panitia.
Lomba ini akan dibagi 2 (dua) babak, yaitu;
a. Babak penyisihan
Pada babak penyisihan peserta membawakan 1 (satu) lagu wajib dan 1 (satu) lagu pilihan terikat yang ditentukan oleh panitia.
b. Babak Final
Pada babak final, peserta membawakan 3 (tiga) lagu, masing-masing, 1 (satu) lagu wajib; 1 (satu) lagu  pilihan  terikat yang dibawakan pada babak penyisihan, dan 1 (satu) lagu pilihan bebas (lagu daerah).

3. Aransemen Lagu
a. Setiap peserta vocal group diberi kebebasan untuk membuat aransemen lagu wajib, lagu pilihan terikat, maupun lagu pilihan bebas dengan tidak mengubah melodi aslinya.
b. Apabila akan dikembangkan olahan yang bervariasi, melodi aslinya harus pernah ditampilkan.
c. Aransemen lagu dapat bersifat tanpa iringan (a-capella) atau dengan iringan.
d. Apabila menggunakan iringan, diwajibkan menggunakan instrument musik akustik (non elektrik).
e. Panjang pendeknya aransemen lagu (durasi) disesuaikan dengan waktu penyajian yang telah ditentukan dibawah ini.
4. Waktu (Durasi)
Setiap peserta diberikan kesempatan membawakan lagu dengan durasi, sebagai berikut;
a. Pada babak penyisihan, untuk membawakan lagu wajib dan lagu pilihan terikat,  durasinya paling lama 10 (sepuluh) menit.
b. Pada babak final, untuk keseluruhan lagu paling lama 15 (lima belas) menit.
c. Perhitungan durasi dimulai pada saat peserta telah siap membawakan lagunya yang ditandai dengan “signal” sebagai berikut;
1) Lampu kuning, sebagai tanda persiapan
2) Lampu hijau, sebagai tanda detik pertama dimulai yang akan dinyalakan pada saat nada pertama dinyanyikan.
3) Lampu merah, sebagai tanda detik terakhir dari waktu yang disediakan. Apabila pada saat lampu merah menyala tetapi peserta masih menyanyikan alunan lagu, maka dinyatakan melebihi durasi, sehingga akan dikenakan sanksi yang akan ditentukan dalam pertemuan teknis.

5. Fasilitas
a. Panitai menyediakan sound system dengan jumlah mixe sebanyak 12 buah.
b. Panitia menyediakan crew teknis untuk menyusun letak tiang mixe mikrofon sesuai keperluan masing-masing peserta yang penyusunannya disesuaikan dengan permintaan peserta (pelaksanaanya dikoordinir oleh ofisial pesera yang bersangkutan).
c. Pemakaian mikrofon dapat tetap pada tiangnya atau dipegang oleh penyanyi peserta lomba.
d. Peserta diiberi kesempatan untuk mencoba mikrofon sesuai jadwal yang akan ditentukan kemudian.
e. Menjelang pelaksanaan lomba akan diadakan penyegelan mixer melalui kesepakatan bersama antara panitia, juri dan ofisial peserta lomba.
f. Penyegelan mixer dilaksanakan selama lomba berlangsung.
g. Panitia menyediakan alat musik berupa piano akustik, bongo, dan gitar akustik.

6. Kriteria Penilaian
Hal-hal yang akan dinilai oleh Tim Juri adalah;
a. Teknik
b. Interpretasi
c. Penampilan.

7. Judul Lagu
Judul lagu ditentukan oleh panitia (Pengprov BPSMI) pelaksana kegiatan dengan persetujuan PP BPSMI.

8. Lain-lain
Hal-hal lain yang belum diatur atau belum jelas, akan dibahas dalam pertemuan teknis.
B. LOMBA NYANYI TUNGGAL
(SERIOSA, POP/HIBURAN, KERONCONG, DAN DANGDUT)

1. Nada Dasar
a. Sejauhmana nada dasar bisa naik turun.
b. Masing-masing peserta harus menentukan nada dasar yang akan dinyanyikan.
c. Khusus untuk tangkai lomba nyanyi seriosa, peserta boleh membawa pianis sendiri.

2. Bentuk Penyajian
a. Nyanyi tunggal (solo).
b. Peserta lomba terdiri dari :
1) Tunggal putra
2) Tunggal putri

3. Lagu dan Babak
Setiap peserta membawakan lagu yang telah dipersiapkan/dilatih sesuai dengan ketentuan lomba.  Lomba ini akan dilakukan  melalui 2 (dua) babak, yaitu:
a. Babak Penyisihan
Pada babak penyisihan, peserta membawakan 1 (satu) lagu wajib yang ditentukan oleh panitia.
Dalam babak penyisihan akan ditentukan 5 (lima) peserta terbaik untuk dilombakan dalam babak final.
b. Babak final
Pada babak final, peserta membawakan  1 (satu) lagu wajib, dan 1 (satu) lagu pilihan terikat yang ditentukan oleh panitia.

4. Waktu (Durasi) Penyajian Lagu
Setiap peserta diberikan kesempatan membawakan lagu sesuai dengan durasi lagu wajib dan lagu pilihan yang dinyanyikan.

5. Fasilitas
Panitia menyediakan fasilitas musik pengiring, pengeras suara (sound system) dan pengaturanya sebagai berikut;
a. Musik pengiring
1) Pada lomba nyanyi seriosa, panitia menyediakan piano dan pianis.
2) Pada lomba nyanyi pop/hiburan, panitia menyediakan group band sebagai pengiring pada babak penyisihan dan babak final.
3) Pada lomba nyanyi keroncong, panitia menyediakan combo keroncong sebagai pengiring pada babak penyisihan dan babak final.
4) Pada lomba nyanyi dangdut, panitia menyediakan group pengiring sebagai pengiring pada babak penyisihan dan babak final.
b. Sound system dan pengaturannya
1) Panitai menyediakan sound system dengan 1 (satu) mikrofon untuk peserta.
2) Pemakaian mikrofon dapat tetap pada tiangnya atau dipegang oleh peserta.
3) Peserta diberi kesempatan untuk mencoba mikrofon sesuai jadwal yang akan ditentukan kemudian.
4) Menjelang pelaksanaan lomba akan diadakan penyegelan mixer melalui kesepakatan bersama antara panitia, juri dan ofisial peserta lomba.
5) Penyegelan mixer dilaksanakan selama lomba berlangsung.

6. Penilaian
Hal-hal yang akan dinilai oleh Tim Juri, adalah;
a. Teknik
b. Interpretasi
c. Penampilan.

7. Judul Lagu
Judul lagu untuk nyanyi seriosa, pop/hiburan, keroncong, dan dangdut akan ditentukan oleh panitia (Pengprov BPSMI) pelaksana kegiatan dengan persetujuan PP BPSMI.

8. Lain-lain
Hal-hal lain yang belum diatur atau belum jelas, akan dibahas dalam pertemuan teknis.
BAB III
LOMBA PENULISAN KARYA SASTRA
(CERPEN, PUISI, DAN LAKON)

A. UMUM

a. Setiap Pengprov BPSMI berhak mengirimkan naskah, maksimal 10 (sepuluh) cerpen, 10 (sepuluh) puisi, dan 10 (sepuluh) lakon.
b. Setiap naskah wajib untuk dilampiri fotokopi KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) yang masih berlaku.
c. Naskah diketik dengan ukuran kwarto di atas kertas HVS 80 gram dengan jarak 2 (dua) spasi dengan huruf times new roman 12.
d. Naskah dibuat rangkap 5 (lima).
e. Peserta tidak boleh mencantumkan nama peserta pada naskah yang dilombakan.
f. Biodata peserta ditulis pada lembar terpisah dari naskah.
g. Naskah dikirim ke panitia, disertai disketnya dengan program MS Word dengan tulisan times new roman 12,  jarak 2 spasi.
h. Pengiriman naskah harus sesuai dengan batas waktu yang akan ditentukan oleh panitia.
i. Naskah merupakan karya sendiri (asli) yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
j. Naskah yang dibuat tidak mengadung unsur SARA.
B. KHUSUS

1. Naskah cerpen harus memenuhi ketentuan sebagai berikut;
a. Tema dan teknik pengungakapan bebas.
b. Panjang naskah antara 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) halaman.
c. Penilaian cerpen;
1) Autentisitas dan kesegaran ungkapan
2) Keutuhan dan keselarasan.

2. Naskah puisi harus memenuhi ketentuan sebagai berikut;
a. Bentuk puisi adalah puisi bebas, baik epik maupun lirik.
b. Teknik pengungakapan bebas.
c. Panjang naskah antara 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) halaman.
d. Penilaian puisi;
1) Autentisitas dan kesegaran ungkapan
2) Keutuhan dan keselarasan.
3) Diksi, rancang bangun, dan gaya bahasa.

3. Naskah lakon harus memenuhi ketentuan sebagai berikut;
a. Naskah lakon adalah naskah untuk pentas 1 (satu) babak yang terdiri atas beberapa adegan.
b. Durasi pementasan, maksimal 60 menit.
e. Penilaian lakon;
1) Autentisitas dan kesegaran ungkapan
2) Keutuhan dan keselarasan.
3) Unsur dramatik

4. Hal-hal yang belum diatur atau belum jelas akan dibahas dalam pertemuan teknis.
BAB IV
LOMBA BACA PUISI

A. KETENTUAN UMUM

a. Setiap Pengprov BPSMI boleh mengirimkan peserta, maksimal 4 (empat) orang (dua putra dan dua putri).
b. Puisi yang akan dibacakan peserta ditentukan oleh panitia (Pengprov BPSMI) pelaksana kegiatan dengan persetujuan PP BPSMI.
c. Tidak boleh menggunakan alat pengiring, baik yang dimainkan sendiri maupun oleh orang lain.
d. Lomba dibagi dalam 2 (dua) babak, yaitu babak penyisihan dan babak final.
e. Pada babak penyisihan maupun pada babak final, peserta hanya membacakan 1 (satu) karya puisi yang akan ditentukan oleh panitia.
B. PENILAIAN

Aspek penilaian meliputi;
1. Pemahahan dan penghayatan
2. Penyajian dan penampilan (vocal, artikulasi, jeda, intonasi).
C. Hal-hal  lain yang belum diatur atau belum jelas, akan dibahas dalam pertemuan teknis.
BAB V
SENI RUPA
(LUKIS, KOMIK STRIP, DESAIN POSTER, FILM PENDEK, DAN FOTOGRAFI)

A. LUKIS

1. Tema bebas

2. Materi
a. Seni lukis (dua dimensi).
b. Ukuran minimal 40 x 60 cm (bingkai luar), maksimal 200 x 200 cm (bingkai luar).
c. Medium dan teknik bebas.
d. Tahun penciptaan 2006 s.d. 2008.

3. Ketentuan
a. Setiap Pengprov BPSMI berhak mengirimkan maksimal 10 (sepuluh) karya.
b. Karya yang dikirim wajib disertai indentitas peserta dan perguruan tinggi peserta.
c. Karya yang dikirim siap untuk dipamerkan dengan atau tanpa bingkai. Disarankan pembungkusan karya dengan kuat berbahan kayu atau papan.
d. Setiap karya wajib disertai label yang berisi keterangan; 1) judul, 2) tahun, 3) media, 4) ukuran, dan 5) konsep/deskripsi singkat.
e. Karya dapat dibawa langsung atau dikirim melalui kargo (darat, laut, udara).
f. Pengepakan karya dibuat representatif dengan memperhatikan faktor keamanan.
g. Peserta menyerahkan karyanya kepada panitia minimal 5 (lima) hari sebelum acara pembukaan, disertai foto karya.
h. Biaya pengiriman dan pengembalian ditanggung oleh peserta yang bersangkutan (perguruan tinggi atau Pengprov BPSMI).
i. Apabila terjadi kerusakan karya selama pengiriman dan pengembalian, bukan menjadi tanggungjawab panitia.
j. Seluruh karya akan dipamerkan dan dinilai oleh Tim Juri.

4. Kriteria Penilaian
a. Ide dan konseptual
b. Pengolahan elemen visual
c. Penguasaan teknis.

5. Hal-hal lain yang belum diatur atau belum jelas, akan dibahas dalam pertemuan teknis.
B.  KOMIK STRIP

1. Tema
Kejadian atau peristiwa nasional.

2. Pengertian
Komik Strip adalah rangkaian gambar dan teks yang menjelaskan ceritera. Komik Strip memiliki ciri-ciri yaitu terdiri dari rangkaian gambar terpisah, gambar lebih penting dibanding teks, di desain untuk dicetak dan berceritera (David Kunzle, The Early Comic Strip : 1973). Sesuai dengan nama kata “komik”, maka ceriteranya mengadung hal yang lucu. Ciri Komik Strip antara lain; 1) terdiri dari rangkaian gambar yang mengandung cerita, 2) gambar lebih dominant dibandingkan dengan teks, 3) bersifat komikal, dan 4) dirancang untuk dipublikasikan. Dalam perkembanganya, Komik Strip seringkali dijadikan media untuk menampilkan gambar sindiran/karikatur. Rangkaian gambar yang mula pertama diperkenalkan oleh Komik Strip kemudian melahirkan rangkaian gambar dalam bentuk buku yang lazim dikenal dengan nama Buku Komik”. Berbeda dengan pendahulunya, buku komik tidak lagi diidentikan dengan cerita lucu (Sofyan Salam).

3. Ketentuan
a. Setiap Pengprov BPSMI dapat mengirimkan maksimal 3 (tiga) peserta.
b. Karya Komik Strip dikerjakan dan dibuat langsung pada saat lomba (on the spot).
c. Batas waktu lomba 90 menit.
d. Menggunakan kertas putih dengan ukuran 40 x 60 cm (vertical dan horizontal) yang disediakan oleh panitia.
e. Komik dibuat minimal 2 (dua) kolom/strip.
f. Media dan teknik gambar, bebas.

g. Karya-karya yang keluar sebagai pemenang lomba menjadi arsip/dokumen panitia.

4. Penilaian
a. Kesesuaian karya dengan tema
b. Kadar komunikasi dan humor
c. Penguasaan teknik visualisasi
d. Keunikan dan orisinalitas karya.

5. Hal-hal lain yang belum diatur atau belum jelas, akan dibahas dalam pertemuan teknis.
C. DESAIN POSTER

1. Tema
Anti kekerasan, anti penyalahgunaan Narkoba, dan atau anti perusakan lingkungan.

2. Penyajian
a. Setiap Pengprov BPSMI dapat mengirimkan karya, maksimal 10 karya.
b. Karya dapat dikirimkan atau diserahkan pada waktu registrasi peserta atau 2 (dua) hari sebelum lomba dilaksanaan.
c. Karya harus dibuat dengan menggunakan computer grafis. Boleh menggabungkan antara karya foto (scanning) dengan teks.
d. Peserta dapat menggunakan software desain grafis yang tersedia (freehand, correldraw, photoshop, illustrator, dll) secara bebas.
e. Karya berukuran A-3 dicetak dengan printer warna (boleh menggunakan A-4 yang disambung) ditempel di atas kertas karton tebal dengan sisi 5 cm.
f. Dibelakang setiap karya agar dicantumkan ; nama Pengprov BPSMI, nama perguruan tinggi peserta, judul, dan deskripsi singkat.

3. Penilaian
a. Ide atau gagasan
b. Kesesuaian karya dengan tema
c. Komunikatif, informatif, edukatif, dan provokatif
d. Keunikan dan keselarasan.

4. Panitia berhak mempublikasikan karya peserta, tetapi hak cipta tetap dimiliki pembuat karya.

5. Hal-hal lain yang belum diatur atau belum jelas, akan dibahas dalam pertemuan teknis.
D. FILM PENDEK

1. Tema.
Daya hidup masyarakat kecil yang menggambarkan dan merekam berbagai sisi kehidupan masyarakat kecil di Indonesia, baik di perkotaan, pedesaan, maupun di pedalaman.

2. Ketentuan Teknik
a. Karya lomba harus diserahkan dalam format VCD/DVD, format pembuatan bebas
b. Durasi setiap judul dibatasi maksimal 7 s.d. 10 menit (termasuk intro, telop/judul, penutup).
c. Tidak menampilkan karya yang mengandung unsur SARA dan pornografi.
d. Jenis kamera.bebas.
e. Efek, teknik atau variasi editing bebas.

3. Penilaian
a. Ide atau gagasan
b. Kesesuaian karya dengan tema
c. Komunikatif, informatif, edukatif, dan provokatif
d. Keunikan dan keselarasan.

4. Panitia berhak mempublikasikan karya peserta, tetapi hak cipta tetap dimiliki pembuat karya.

5. Hal-hal lain yang belum diatur atau belum jelas, akan dibahas dalam pertemuan teknis.
E. FOTOGRAFI

1. Tema
“Masyarakat Indonesia di Era Reformasi”. Menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, baik aspek kesenian, politik dan keseharian. Boleh meninjolkan aspek yang positif atau yang negatif yang masih perlu direformasi.

2. Ketentuan
a. Setiap Pengprov BPSMI dapat mengirimkan karya foto berwarna maksimal 15 buah, dan hitam putih maksimal 15 buah.
b. Lomba foto dibagi dalam 2 (dua) kategori, yaitu lomba foto berwarna dan lomba foto hitam-putih.
c. Foto yang dilombakan berukuran 12 R (sisi terpanjang tidak lebih dari 40 cm)
d. Foto ditempel (mounted) di atas kertas karton tebal dengan tepi 5 cm (keliling).
e. Dibelakang setiap karya agar dicantumkan ; nama BPSMI, nama perguruan tinggi peserta, judul, lokasi pemotretan dan tahun pemotretan, jenis kamera yang digunakan, besar diafrahma yang digunakan, kecepatan (speed) dan filter tambahan.
f. Bebas menggunakan kertas foto.
g. Karya yang disertakan dalam lomba adalah karya baru dan orisinil serta belum pernah dilombakan atau dipublikasikan melalui media massa.
h. Diperbolehkan menggunakan semua kreatifitas, teknik dan trik foto, baik menggunakan kamera analog atau digital.
i. Semua karya foto harus sudah diterima panitia pada waktu registrasi.

3. Penilaian
Kriteria penilaian didasarkan pada;
a. Orisinalitas
b. Komunikatif
c. Teknik dan proses
d. Penyajian.

4. Panitia berhak mempublikasikan karya peserta, tetapi hak cipta tetap dimiliki pembuat karya.

5. Hal-hal lain yang belum diatur atau belum jelas, akan dibahas dalam pertemuan teknis.
BAB VI
MONOLOG
A. TEMA
Tema bebas asal tidak bertentangan dengan nilai dan etika budaya bangsa Indonesia.
B. MATERI
1. Demi terciptanya standar pementasan yang ideal dibutuhkan karya sastra lakon yang memiliki struktur dramatik, kuat dan lengkap, baik dari segi tema, alur, penokohan maupun setting.
2. Lakon dapat diambil dari pengarang Indonesia, asing maupun karya mahasiswa.
3. Gaya pementasan bebas.
C. KETENTUAN
1. Jumlah pemain 1 (satu) orang.
2. Durasi pementasan minimal 10 menit dan maksimal 15 menit.
3. Pementasan di panggung proscenium.
4. Kelengkapan panggung yang disediakan antara lain; level, kain hitam, peralatan, tata cahaya dan peralatan tata suara.
5. Waktu setting panggung dan persiapan maksimal 10 menit.
6. Ilustrasi monolog bisa dalam bentuk musik live, rekaman kaset atau CD.
7. Pengumpulan naskan monolog rangkap 4 (empat).
8. Menggunakan bahasa Indonesia.
9. Properti dan trik pemanggungan harus memperhatikan keamanan dan keselamatan peserta lain.
D. PENILAIAN
1. Keaktoran (penghayatan, vokal, plastisitas komunikatif dan kerjasama).
2. Penyutradaraan (interpretasi naskan, dan unity).
3. Penataan artistik (tata pentas, tata cahaya, tata suara, rias dan busana).
E. LAIN-LAIN
Hal-hal lain yang belum diatur atau belum jelas, akan dibahas dalam pertemuan teknis.
CATATAN

1.   Khusus cabang seni Teater, Perlu diadakan FESTIVAL TEATER MAHASISWA Tingkat Nasional
2.  Setiap  Pengprov BPSMI hanya boleh mengirimkan satu orang (untuk tangkai lomba perorangan) / satu group (untuk jenis tangkai lomba dengan group) sesuai hasil seleksi PEKSIMIProv
3.   Delapan tangkai lomba pilihan pada tahun 2008 akan dilombakan  pada PEKSIMINAS X

sumber dikti.go.id

About these ads

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.